WEDA TENGAH, HALMAHERA TENGAH — Kehadiran kawasan industri berskala besar menuntut keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) meresmikan Water Treatment Plant (WTP) Lelilef, fasilitas pengolahan air bersih yang diperuntukkan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Berbeda dari pendekatan infrastruktur semata, WTP Lelilef dirancang sebagai bagian dari skema kolaborasi jangka panjang antara industri, pemerintah desa, dan masyarakat lokal. Fasilitas ini akan menopang kebutuhan air bersih warga Desa Lelilef Sawai dan Lelilef Waibulan, dua wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan air seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.
Dengan kapasitas produksi mencapai 10,2 juta liter per hari, WTP Lelilef diharapkan mampu memperkuat ketahanan air masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber air yang rentan terhadap perubahan musim dan kualitas lingkungan.
Para kepala desa setempat menyambut positif pengoperasian fasilitas ini. Mereka menilai kehadiran WTP bukan hanya berdampak pada aspek kesehatan dan sanitasi, tetapi juga membuka ruang kerja sama baru dalam pengelolaan layanan publik berbasis partisipasi masyarakat.
Perwakilan IWIP menyampaikan bahwa keberlanjutan WTP Lelilef tidak berhenti pada tahap pembangunan, melainkan akan dilanjutkan dengan pendampingan operasional, pengawasan kualitas air, serta koordinasi rutin dengan pemangku kepentingan lokal. Pendekatan ini dinilai penting agar manfaat fasilitas dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan.
Di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri Weda Bay, peresmian WTP Lelilef menjadi contoh bagaimana investasi industri dapat diarahkan untuk memperkuat fondasi sosial masyarakat sekitar. Inisiatif ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan industri dan pemenuhan kebutuhan dasar warga dapat berjalan beriringan, saling menguatkan, dan berorientasi jangka panjang.
